RSS

About

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91

Merawat Persahabatan di Villa Bupati 91 - Orang bilang, kalau kepengin tahu sifat seseorang, habiskanlah waktu sehari penuh bersamanya. Maka akan tahu bagaimana sifat aslinya. Mungkin saja, sehari itu menjelma keajaiban. Menjadikan dekat selekat sahabat. 

Kalau dengan orang asing atau yang belum begitu kita kenal bisa jadi dekat, apalagi dengan sahabat. Merawat persahabatan memang butuh menghabiskan waktu bersama. Meluangkan waktu untuk saling mendengar dan berbagi kisah. 


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Lahan parkir Vila Bupati 91 yang asri

Berbekal niat “friendship time”, Eva-Evi dan sahabat kami Shita, memilih vila Bupati 91 yang berada di Jalan Bukit Pakar Timur No 91. Alasannya, vila tersebut berada di Dago atas yang adem dan jauh dari keramaian. Terbayang bakalan syahdunya friendship time kami. Petualangan si kembar kali ini memang agak berbeda, karena kami tidak hanya berduaan.

Ketika kaki-kaki kami menginjak pelataran parkir taman Vila Bupati 91, kami berpikir betapa besarnya vila ini untuk kami isi bertiga saja. Lahan parkirnya saja bisa diisi oleh empat mobil ditambah lima sampai enam motor yang dijejerkan rapi. Kami langsung berniat, suatu waktu nanti membawa rombongan para sahabat atau keluarga ke sini untuk bercengkerama sambil menikmati barbeque. Pasti bakalan meriah dan hangat meski udara sekitarnya dingin menggigit. Pihak vila memang menyediakan paketan barbeque dengan dua pilihan. Pertama, paket barbeque bahan daging-daging import yang dimasak oleh chef profesional. Paketan spesial ini seharga seratus dua puluh lima ribu rupiah per orang. Paket kedua, menunya lokal lebih ke masakan khas Sunda. Harganya empat puluh ribu per orang.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Penampakan depan, satu dari bangungan vila Bupati 91


Vila yang kami tempati ternyata hanya salah satu dari dua rumah yang disewakan di sana. Keduanya sama-sama bergaya country Belanda dengan nuansa antik dan klasik. Bangunannya terdiri dari kayu-kayu berpelitur yang terlihat menawan.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Ruang tamu vila Bupati 91
Kami menaiki undakan untuk masuk ke lantai atas yang merupakan tempat utama. Memasuki beranda yang di sana ditempatkan satu set tempat duduk kayu. Melihat itu, mata kami langsung berbinar-binar. Karena kami seperti melihat tempat kerja idaman kami mewujud sempurna. Tempat duduk berhadapan dengan satu meja yang tingginya pas untuk menyimpan laptop. Kami membayangkan betapa menyenangkannya menulis di sana. Ide-ide mengalir deras, datang dengan sendirinya tanpa jatuh bangun kami kejar. Kemudian di sebelah set tempat duduk kayu tersebut terdapat sofa panjang yang tampak nikmat untuk lenjeh-lenjeh atau membaca buku. Dari beranda itu pemandangan asri Dago terlihat jelas. Benar-benar memantik inspirasi. Meliarkan imajinasi.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Ruang tamu dan beranda pinggir Vila Bupati 91
Kami kemudian masuk ke dalam untuk menyimpan barang. Sebelum sampai ke kamar, kami melewati ruang tamu yang luas. Sofa-sofa empuk dengan bantal-bantal warna-warni memanggil-manggil untuk berkumpul, seperti siap ikut mendengar cerita-cerita kami. Ikut mendesah sedih ketika kisah bergulir pahit, turut riang saat cerita sampai pada masa bahagia.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Salah satu kamar tidur Vila Bupati 91
Di lantai atas tersebut, ada tiga kamar besar. Dua di antaranya berisi tempat tidur king size, satu ruang lagi memiliki dua tempat tidur single. Ruangan itu sebenarnya menyatu dengan ruang tamu, hanya disekat kayu. Di sana terdapat satu layar TV flat besar dengan fasilitas tayangan parabola. Kami memilih satu kamar yang jendelanya menghadap ke taman. Ketika jendela dibuka, tampaklah bunga-bunga yang bersemi indah.

Friendship time kami diawali dengan sesi seru saling mendandani. Maklumlah ya kami para perempuan memang tidak bisa lepas dari alat perang makeup. Rencananya kami memang ingin makan malam di luar sekalian malam mingguan. Di atas tempat tidur yang nyaman berbagai makeup bertebaran. 

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Sesi dandan friendship time
Shita yang paling paham soal berdandan sesekali memberi kami tips dan trik. Menariknya, Shita ini selalu memberi advice berdandan sesuai karakter. Bukan persoalan tampil cantik karena polesan, tapi bagaimana terlihat cantik dengan riasan dan style sesuai personality kami. Setelah selesai, kami bertiga pun turun ke Dago kota untuk makan malam. 

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Shita yang pandai memberi advice cara berpenampilan mendandani Eva

Kembali ke vila, kami memulai sesi curhat dengan bertukar pengalaman di ruang tamu. Sambil menyimak, mulut turut sibuk mengunyah camilan. Perut boleh kenyang, tapi mulut tetap meminta mengunyah makanan. Kami pun bergantian bercerita secara adil. Pada awalnya suara tawa kami menggema ke seluruh sudut-sudut ruang. Saat sudah memasuki pembincangan serius, ekspresi kami pun berubah menjadi berempati. Seringkali kami saling menyemangati, kadang saling menasihati, suatu waktu berbagi ide dan gagasan, dan berakhir dengan menghayalkan banyak hal. Di sesi inilah kami banyak saling membuka diri, mengenali lebih dalam pribadi masing-masing. Hidup memang jalinan tanpa putus untuk terus belajar menerima hal-hal baru dari pribadi tiap orang. Ketika obrolan kami semakin dalam, muncul banyak perenungan.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Sesi curhat
Usai curhat sesi pertama, kami beranjak ke beranda samping untuk menikmati kopi. Di beranda samping ini terdapat satu sofa besar dan satu set tempat duduk yang di atas mejanya disimpan papan catur. Sambil mengobrol santai, kami menikmati pemandangan alam malam hari yang indah. Suasana heningnya nyaman membuat kami betah berlama-lama di sana. 

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Beranda samping Vila Bupati 91 pada waktu siang dan malam hari
Pada dasarnya kami tiga introvert ini memang senang menyepi. Dan vila ini menyediakan suasana yang sempurna. Seolah diciptakan dari imajinasi kami. Makin malam udaranya makin terasa dingin, padahal kami sudah memakai jaket, tapi dinginnya masih menusuk-nusuk. Akhirnya kami masuk ke kamar. Di antara kami, hanya Shita yang tidak memakai selimut tambahan. Jadi sepertinya tingkat dinginnya tergantung orangnya. Niat hati ingin pillow talk dulu, apa daya mata sudah tak kuat. Tanpa berlama-lama, kami terbang ke mimpi masing-masing.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Pemandangan tampak beranda samping Vila Bupati 91

Paginya, kami terbangun dengan badan segar. Kombinasi udara sejuk dan tidur nikmat karena tempat tidur yang nyaman memang ampuh membangun mood positif. Meskipun masih semi terkantuk-kantuk, kami mandi juga. Kamar mandi vila ini dilengkapi dengan water hiter sehingga kami bisa menikmati showeran air hangat. Kamar mandi bersih nyaman ditambah air hangat, bisa dibayangkan efeknya kan ya... mandinya jadi seabad.

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Kamar mandi di lantai atas Vila Bupati 91

Dari luar, menguar harum makanan yang berhasil membuat acara dandan berlangsung kilat. Ternyata ketika kami berjalan ke beranda depan, sarapan sudah tersedia. Vila Bupati 91 memang menyediakan fasilitas sarapan. Ada bubur yang harum dan rasanya enak, odading, roti, susu kental manis, kopi, dan teh. Suara kicauan burung dan serangga menjadi musik pengiring yang terdengar merdu di telinga. Suaranya mengantarkan kehangatan yang menyebar ke seluruh sel-sel tubuh.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Sarapan nikmat di Vila Bupati 91

Kami lalu turun ke bawah. Di sana terdapat beranda luas yang juga diberi sofa besar dan nyaman untuk mengaso. Yang paling menarik, di sana dipajang satu poster bertuliskan “We don’t stop playing because we grow old”. Untuk kami, bermain dan bertualang adalah cara menjaga semangat hidup.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Sofa hangat di dekat halaman Vila Bupati 91

Belok ke samping, kami menemukan satu ruangan besar. Hanya ruangan ini yang bisa disewa terpisah. Soalnya isinya sudah lengkap. Di dalamnya terdapat dua kamar, dapur, dan toilet sendiri. Harganya super terjangkau, hanya lima ratus ribu. Saking luasnya Vila Bupati 91 ini bisa menampung 15 sampai 20 orang pengunjung. Kalau tempat tidurnya kurang, bisa minta extra bed. Biaya sewa dua juta delapan ratus ribu kalau dibagi-bagi orang sebanyak itu jatuhnya murah meriah. Untuk yang berminat membuat pesta kebun, bisa juga melangsungkannya di vila ini. Tersedia tenda-tenda untuk menaungi undangan.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Lorong pintu kamar bawah yang memanjang Vila Bupati 91


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Kamar bawah yang bisa disewa terpisah

Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Kamar samping


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Kamar mandi dalam di kamar bawah

Di sebelahnya kami melihat kursi taman dari kayu yang cocok untuk tempat berkumpul. Kursi-kursi itu dinaungi tanaman-tanaman rambat yang dibentuk sedemikian cantik. Kalau dipakai arisan keluarga, pasti akan berlangsung seru karena suasananya akrab.


Merawat Persahabatan di Villa Bupati 91
Kursi kayu di halaman Vila Bupati 91

Namun kami lebih memilih turun lagi, melewati satu tangga menuju kursi taman di area terbuka. Kami duduk melingkar di kursi yang terbuat dari besi. Niatnya kami memang ingin bekerja di udara bebas. Masih sempat-sempatnya ya kerja di friendship time begini. Mau bagaimana lagi, kami mesti menyelipkan sedikit waktu untuk memenuhi deadline yang tak kenal kata libur.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Tempat duduk taman Vila Bupati 91

Meski terbuka, tempat kami duduk tetap teduh karena dedaunan rimbun dari pepohonan di sekelilingnya. Cahaya matahari menembus di sela-sela pohon, menyentuh hangat kulit kami. Suasana kerja yang beda berefek baik untuk kami. Kami jadi lebih bersemangat sehingga bekerja lebih cepat. Jari-jari kami menari lincah di atas keyboard, menghasilkan kata demi kata. Sehabis itu kami membaca buku sambil berdiskusi kecil di ayunan panjang. Sesekali kami membacakan petikan-petikan dari buku yang kami anggap menarik. Tidak lama setelah itu, hujan mengguyur vila. Kami pun pindah ke gazebo di pinggir ayunan. Dari buku, mata kami kemudian terpaku ke tetesan hujan. Pemandangannya cantik sekali. Daun-daun berkilauan oleh bulir-bulir titik hujan. Kemudian tercium aroma tanah basah yang kami hirup dalam-dalam.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Membaca buku di gazebo Vila Bupati 91
Saat hujan berhenti, awan kembali menjadi biru. Kami beralih ke ayunan-ayunan kecil. Kami bergantian bermain ayunan. Makin tinggi berayun, Shita semakin merasakan bebas tanpa beban. Sedang Evi merasa seolah bisa terbang.


Merawat Persahabatan di Vila Bupati 91
Bangku ayunan di Vila Bupati 91

Matahari yang makin meninggi seperti mengingatkan kami pada waktu pulang. Waktu yang membahagiakan memang selalu berlalu secepat kedipan mata. Namun waktu yang berlalu tak pernah benar-benar berakhir. Ada kenangan yang terus tersimpan, terputar berulang dalam kepala, meninggalkan rasa hangat yang terekam ingatan.




Ingin quality time bersama keluarga atau sahabat di vila Bupati 91?
Kamu bisa booking tempatnya ke contact person 082118444620.
Instagram: @bupati91inn
Email: bupati91inn@gmail.com
Alamat: Jalan Bukit Pakar Timur 91, Bandung 40198

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Dewi Rieka mengatakan...

Ya ampuun cakep banget yaa vilanya, nampak sejuuk..asyiknya ngumpul rame2 yaa..

Ransel Usang mengatakan...

wah seru kak,villanya bikin enjoy dan pengen lama lama disana

Posting Komentar